
”Allah tidak akan berbelas kasih pada seseorang bila ia tidak mengasihi sesamanya” kalimat ini saya kutip dari sebuah Hadits riwayat Bukhari dan Thabrani, di dalam Hadits ini tertulis sangat Jelas, bahwa kita sebagai umat manusia memiliki kewajiban untuk mengasihi sesamanya.
Namun tidak jarang kita melupakan semua itu, hanya karena keserakahan, ketama’an dan ambisi yang menguasai hati manusia.
Mari kita belajar menjadi manusia yang selalu mensyukuri Rahmat Tuhan, jika kita memiliki kesadaran bahwa kita ini selalu berlimpah Rahmat, ada kemungkinan ini bisa membentuk kita memiliki karakter bermental LIMPAH terhadap kehidupan disekeliling kita.
Buah karakter dari orang yang bermental LIMPAH adalah bersedia menabur dahulu baru menuai kemudian, mampu memberi, mampu berkorban dan percaya pada kebaikan Tuhan.
Orang yang menghayati paradigma rahmat, selalu yakin bahwa rezeki selalu diatur oleh Sang Rahmat, masa depan dibimbing oleh Sang Rahim. Orang yang tidak pernah takut kekurangan adalah orang yang tidak akan pernah kekurangan. satu buah kebaikan kita tanam, satu pohon yang berlimpah buah kebaikan akan kita tuai.
Jika ini terjadi pada kita, sebenarnya kita telah membentuk diri kita menjadi pribadi yang kuat dan kaya.
Kuat karena tidak takut kekurangan dan tidak khawatir kehabisan.
Kaya karena selalu merasa berkecukupan sehingga mampu memberi dan berbagi dengan sesama.
Jika kau tak bisa berbagi dengan hartamu, bagilah kasih sayang dan ketulusanmu.
0 Responses to “KITA DAN SESAMA”